Kamis, 22 Oktober 2009

Ilusi Negara Demokrasi

Sudah hampir dua bulan buku berjudul Ilusi Negara Demokrasi tergeletak begitu saja di lemari buku. Tidak saya buka-buka apalagi dibaca. Pernah sekali membaca tapi hanya tulisan ringkasan di sampul paling belakang. Tulisannya mengena dan masuk akal. Saya paham dan langsung benci demokrasi.

Tadi  malam, saat semua terlelap, buku-buku di lemari saya pandangi. Buku yang disusun Farid Wadjdi & Shidiq Al Jawi et.al ini rupanya memberikan efek magnet yang besar. Saya ambil dan membaca daftar isinya. Ada satu tulisan yang membuat saya ingin membaca secara lengkap, ialah tulisan M Kusman Sadik di halaman 211. Berjudul Kapitalisme, Demokrasi, dan Invasi Budaya. Tulisan pertama di Bab V ini rasanya menarik untuk dipahami.Tiga puluh menit kurang saya membacanya. Cukup lama, karena ada beberapa paragraf yang harus saya ulang beberapa kali untuk mencari intisarinya. Luar biasa, isinya. Kusman Sadik bukan hanya menelanjangi peradaban Barat yang berasaskan ideolagi Kapitalisme juga memberikan pemahana kepada pembaca soal pengertian sejumlah istilah yang dinukil dari sejumlah buku dan tokoh. Misalnya, hadharah, tsaqofah, dan istilah lain yang saya anggap tidak banyak yang mengerti. Kecuali aktivis gerakan Islam, semisal Hizbut Tahrir.Juga, Kusman membuat kita terbelalak atas kesalahan-kesalahan peradaban barat selama ini. Sekaligus memberikan efek luar biasa atas sikap yang harus diambil.

Ingin sekali saya menuliskan ringkasannya di blog ini. Insya Allah suatu ketika. Yang jelas, bahwa ideologi di dunia ini hanya ada 3, Islam, Kapitalisme, dan Sosialisme-Komunisme. Islam tidak diemban negara tapi hanya diemban jutaan manusia. Kapitalisme diemban negara AS dll. Komunisme runtuh setelah Uni Soviet runtuh.
Nah, AS sekarang lagi giat-giatnya menyebarkan ideologinya dengan berbagai cara dan di berbagai bidang. Tapi, metodenya satu yaitu penjajahan, baik keras maupun lembut. Keras artinya dengan perang. Sedangkan yang lembut banyak macamnya. Di bidang ekonomi dengan pinjaman utang yang berbunga. Bidang pendidikan; perubahan kurikulum yang menegasikan agama, bahkan sekulerisasi ajaran agama dengan umum. Di bidang sosial; ide kesetaraan gender. Bidang politik; ide-ide demokrasi. Bidang budaya; sekulerisasi sikap, misalnya ide pacaran, pornoaksi, pornografi, antihijab, terorisme, dll.

Saya sampai kesal lalu berdoa kepada ALLAH SWT untuk menghancurkan ideologi Kapitalsme dan negara pengembannya sehancur-hancurnya. Dan berdoa agar KHILAFAH ISLAMIYAH kembali tegak di muka bumi dengan mengemban Ideologi ISLAM yang rahmatan lil'alamin....Semoga....Allahuakbar!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar