Sudah hampir dua bulan buku berjudul Ilusi Negara Demokrasi tergeletak begitu saja di lemari buku. Tidak saya buka-buka apalagi dibaca. Pernah sekali membaca tapi hanya tulisan ringkasan di sampul paling belakang. Tulisannya mengena dan masuk akal. Saya paham dan langsung benci demokrasi.
Tadi malam, saat semua terlelap, buku-buku di lemari saya pandangi. Buku yang disusun Farid Wadjdi & Shidiq Al Jawi et.al ini rupanya memberikan efek magnet yang besar. Saya ambil dan membaca daftar isinya. Ada satu tulisan yang membuat saya ingin membaca secara lengkap, ialah tulisan M Kusman Sadik di halaman 211. Berjudul Kapitalisme, Demokrasi, dan Invasi Budaya. Tulisan pertama di Bab V ini rasanya menarik untuk dipahami.Tiga puluh menit kurang saya membacanya. Cukup lama, karena ada beberapa paragraf yang harus saya ulang beberapa kali untuk mencari intisarinya. Luar biasa, isinya. Kusman Sadik bukan hanya menelanjangi peradaban Barat yang berasaskan ideolagi Kapitalisme juga memberikan pemahana kepada pembaca soal pengertian sejumlah istilah yang dinukil dari sejumlah buku dan tokoh. Misalnya, hadharah, tsaqofah, dan istilah lain yang saya anggap tidak banyak yang mengerti. Kecuali aktivis gerakan Islam, semisal Hizbut Tahrir.Juga, Kusman membuat kita terbelalak atas kesalahan-kesalahan peradaban barat selama ini. Sekaligus memberikan efek luar biasa atas sikap yang harus diambil.
Ingin sekali saya menuliskan ringkasannya di blog ini. Insya Allah suatu ketika. Yang jelas, bahwa ideologi di dunia ini hanya ada 3, Islam, Kapitalisme, dan Sosialisme-Komunisme. Islam tidak diemban negara tapi hanya diemban jutaan manusia. Kapitalisme diemban negara AS dll. Komunisme runtuh setelah Uni Soviet runtuh.
Nah, AS sekarang lagi giat-giatnya menyebarkan ideologinya dengan berbagai cara dan di berbagai bidang. Tapi, metodenya satu yaitu penjajahan, baik keras maupun lembut. Keras artinya dengan perang. Sedangkan yang lembut banyak macamnya. Di bidang ekonomi dengan pinjaman utang yang berbunga. Bidang pendidikan; perubahan kurikulum yang menegasikan agama, bahkan sekulerisasi ajaran agama dengan umum. Di bidang sosial; ide kesetaraan gender. Bidang politik; ide-ide demokrasi. Bidang budaya; sekulerisasi sikap, misalnya ide pacaran, pornoaksi, pornografi, antihijab, terorisme, dll.
Saya sampai kesal lalu berdoa kepada ALLAH SWT untuk menghancurkan ideologi Kapitalsme dan negara pengembannya sehancur-hancurnya. Dan berdoa agar KHILAFAH ISLAMIYAH kembali tegak di muka bumi dengan mengemban Ideologi ISLAM yang rahmatan lil'alamin....Semoga....Allahuakbar!!
HIDUP HANYA SATU KALI! Kecil dan terus membesar. Itulah ciri makhluk hidup. Tak berakal, lalu berakal, dan kembali akan kehilangan akal. Itu juga tabiat yang digariskan Ilahi. Sebelum menyesal, jadikan hidup bermanfaat untuk sesama... Jadikan hidup untuk perjuangan. Allahuakbar!
Kamis, 22 Oktober 2009
Anak-anak
Duh, anak-anak susahnya untuk dimengertikan. Rasa kesal sering mengintip di balik hati ini. Tapi, segera hilang ketika menyadari bahwa mereka adalah bagian dari hidupku, yang sering memberi senyum, tawa, dan haru. Istri sering mengingatkan tentang sikap apa yang harus saya lakukan ketika anak-anak tidak bisa dimengertikan...
Ibu saya juga sering komentar atas sikap cucunya itu. Tapi komentarnya positif. Kadang sering mengambil penggalan sejarah masa lalu. Misalnya, "Kamu juga waktu kecil begitu...". Saya hanya tersenyum kecil. Ya, kata pepatah, apel tidak akan jauh dari pohonnya. Lalu, kadang saya merenung dan berkata-kata di hati, "bisa saja orangtua saya lebih kesal atas sikap yang sulit dimengertikan itu...". Oh....
Waktu yang sulit untuk mengertikan anak-anak yaitu di pagi hari dan malam hari. Pagi hari, kadang-kadang sulit menyadarkan mereka untuk terbiasa ke sekolah tanpa ada perintah dari ibunya. Juga sulit untuk makan sendiri. Yang parah, seringkali meminta saya untuk membantu mereka, mulai mandi, makan, sampai mengantar ke sekolah. Akhirnya, tugas yang seharusnya sudah tersiapkan di pagi hari terbengkalai. Atau, seharusnya pagi menata ulang apa yang dipersiapkan semalam untuk di bawa kerja, juga tidak maksimal. Belum lagi kalau pas datang sekolah, anak kedua minta ditunggu. Kalau tidak nangis sejadi-jadinya. Nah, kondisinya ini yang sering memunculkan kekesalan. Meski sering dikatakan dengan lembut bahwa saya mau kerja dan alasan lainnya, tetap saja tidak mau. Kalu sudah begini, mmmh...rasanya ingin nangis. Tersiksa tidak bisa apa-apa...Parahnya, kalau diantar sama ibunya sering tidak mau.
Di malam hari, saat serius sedang membaca, menulis, atau mengerjakan tugas, tiba-tiba anak merengek untuk dikelon. Lagi-lagi, selalu sama Abinya.... Sudah dimengertikan, tapi sulitnya minta ampun. Dan akhirnya mengalah. Sialnya, saat mengelon itulah kantuk datang dan tertidur pulas... So, tugas tidak dikerjakan.
Di mana istri? Istri terlalu sibuk mengurus si bungsu. Saya kadang memiliki perasaan yang teramat kasihan kepadanya. Pagi, dia harus membereskan apa yang perlu dibereskan. Mulai dari mencuci, masak, dan segala-gala.... Terlihatnya lelah.
Akhirnya, untuk sementara apa yang dilakukan perlu ada perubahan. Tugs tidak perlu ditunda untuk dikerjakan. Lalu, pembagian peran perlu dipertegas. Sehingga saling melengkapi.....Semoga yang saya lakukan tetap berpahala, untuk bekal di hari akhir nanti. Amin....
Ibu saya juga sering komentar atas sikap cucunya itu. Tapi komentarnya positif. Kadang sering mengambil penggalan sejarah masa lalu. Misalnya, "Kamu juga waktu kecil begitu...". Saya hanya tersenyum kecil. Ya, kata pepatah, apel tidak akan jauh dari pohonnya. Lalu, kadang saya merenung dan berkata-kata di hati, "bisa saja orangtua saya lebih kesal atas sikap yang sulit dimengertikan itu...". Oh....
Waktu yang sulit untuk mengertikan anak-anak yaitu di pagi hari dan malam hari. Pagi hari, kadang-kadang sulit menyadarkan mereka untuk terbiasa ke sekolah tanpa ada perintah dari ibunya. Juga sulit untuk makan sendiri. Yang parah, seringkali meminta saya untuk membantu mereka, mulai mandi, makan, sampai mengantar ke sekolah. Akhirnya, tugas yang seharusnya sudah tersiapkan di pagi hari terbengkalai. Atau, seharusnya pagi menata ulang apa yang dipersiapkan semalam untuk di bawa kerja, juga tidak maksimal. Belum lagi kalau pas datang sekolah, anak kedua minta ditunggu. Kalau tidak nangis sejadi-jadinya. Nah, kondisinya ini yang sering memunculkan kekesalan. Meski sering dikatakan dengan lembut bahwa saya mau kerja dan alasan lainnya, tetap saja tidak mau. Kalu sudah begini, mmmh...rasanya ingin nangis. Tersiksa tidak bisa apa-apa...Parahnya, kalau diantar sama ibunya sering tidak mau.
Di malam hari, saat serius sedang membaca, menulis, atau mengerjakan tugas, tiba-tiba anak merengek untuk dikelon. Lagi-lagi, selalu sama Abinya.... Sudah dimengertikan, tapi sulitnya minta ampun. Dan akhirnya mengalah. Sialnya, saat mengelon itulah kantuk datang dan tertidur pulas... So, tugas tidak dikerjakan.
Di mana istri? Istri terlalu sibuk mengurus si bungsu. Saya kadang memiliki perasaan yang teramat kasihan kepadanya. Pagi, dia harus membereskan apa yang perlu dibereskan. Mulai dari mencuci, masak, dan segala-gala.... Terlihatnya lelah.
Akhirnya, untuk sementara apa yang dilakukan perlu ada perubahan. Tugs tidak perlu ditunda untuk dikerjakan. Lalu, pembagian peran perlu dipertegas. Sehingga saling melengkapi.....Semoga yang saya lakukan tetap berpahala, untuk bekal di hari akhir nanti. Amin....
Sabtu, 25 Juli 2009
Allah Maha Besar
Jangan pernah lengah atas perintah-Nya, dan jangan pernah mau melakukan apa yang dilarang-Nya
Hujan terus....
Assalamu'alaikum Wr. Wb...
Hujan di Menes besar sekali. Cukup untuk membasahi sawah-sawah yang telah kekeringan sejak beberapa hari lalu. Tadi sore, sesaat setelah hujan reda, petani pun begitu bersemangat bergegas ke sawah mereka. Tujuannya adalah membendung sawah agar air yang tertampung tidak cepat terbuang. Mereka masih khawatir, besok-besok hujan lama tidak turun.
Kurang lebih sepekan lalu, di tengah jalan saya dicegat dua orang petani yang membawa golok dan cangkul. Dengan sedikit kaget, petani yang sudah saya kenal ini menyampaikan kekhawatiran terjadinya puso atas padi mereka. Padahal, kondisi padi mereka saat itu sedang bunting. Sebentar lagi keluar malai, berbunga, dan matang susu. Lalu, dengan bergetar, saya sampaikan bahwa alam saat ini sulit diprediksi. Menurut BMKG, terjadi La Nina yang masanya cukup panjang. Sehingga bisa jadi kemarau juga akan lama. Tapi, itu baru prediksi manusia. Allah SWT yang memiliki kuasa. "Berdoa saja, Allah pasti mendengar doa kita," harapku.
Setelah kejadian itu, saya mencoba bertanya tentang sumber air yang masih melimpah. Siapa tahu ada dan bisa disedot pompa. Soal pompa, ya nanti diusahakan pinjem. Namun setelah dicari, tidak ada sumber air yang bisa diandalkan. Semuanya seret. Ada yang melimpah, tapi sangt-sangat jauh dari sawah yang kekeringan. "Pasrah saja. Jika memang rizki petani, tentu saja akan ada panen. Kalau tidak, ya itu ketetapan Tuhan. Kita tinggal sabar," jelasku kepada sejumlah petani di saung pertemuan.
Namun, tak lama dari itu, sudah dua hari ini hujan turun deras. Petani pun bersorai. Mereka kembali bersemangat. Mereka yakin padi-padinya akan segera berbuah. Sebelum Ramadhan dipanen. Jadi, pas Lebaran setidaknya memiliki beras baru.
Terimakasih Ya Rabb, engkau sungguh Maha Baik!!!
Petani, tetap bersemangat dan jangan lupa tetap istiqomah, tawakal, jauhi larangan-Nya!!
Wassalam
:Menes, 25 Juli 2009 pk 22.59
Hujan di Menes besar sekali. Cukup untuk membasahi sawah-sawah yang telah kekeringan sejak beberapa hari lalu. Tadi sore, sesaat setelah hujan reda, petani pun begitu bersemangat bergegas ke sawah mereka. Tujuannya adalah membendung sawah agar air yang tertampung tidak cepat terbuang. Mereka masih khawatir, besok-besok hujan lama tidak turun.
Kurang lebih sepekan lalu, di tengah jalan saya dicegat dua orang petani yang membawa golok dan cangkul. Dengan sedikit kaget, petani yang sudah saya kenal ini menyampaikan kekhawatiran terjadinya puso atas padi mereka. Padahal, kondisi padi mereka saat itu sedang bunting. Sebentar lagi keluar malai, berbunga, dan matang susu. Lalu, dengan bergetar, saya sampaikan bahwa alam saat ini sulit diprediksi. Menurut BMKG, terjadi La Nina yang masanya cukup panjang. Sehingga bisa jadi kemarau juga akan lama. Tapi, itu baru prediksi manusia. Allah SWT yang memiliki kuasa. "Berdoa saja, Allah pasti mendengar doa kita," harapku.
Setelah kejadian itu, saya mencoba bertanya tentang sumber air yang masih melimpah. Siapa tahu ada dan bisa disedot pompa. Soal pompa, ya nanti diusahakan pinjem. Namun setelah dicari, tidak ada sumber air yang bisa diandalkan. Semuanya seret. Ada yang melimpah, tapi sangt-sangat jauh dari sawah yang kekeringan. "Pasrah saja. Jika memang rizki petani, tentu saja akan ada panen. Kalau tidak, ya itu ketetapan Tuhan. Kita tinggal sabar," jelasku kepada sejumlah petani di saung pertemuan.
Namun, tak lama dari itu, sudah dua hari ini hujan turun deras. Petani pun bersorai. Mereka kembali bersemangat. Mereka yakin padi-padinya akan segera berbuah. Sebelum Ramadhan dipanen. Jadi, pas Lebaran setidaknya memiliki beras baru.
Terimakasih Ya Rabb, engkau sungguh Maha Baik!!!
Petani, tetap bersemangat dan jangan lupa tetap istiqomah, tawakal, jauhi larangan-Nya!!
Wassalam
:Menes, 25 Juli 2009 pk 22.59
Jadi Blogger....
Asalamu;alaikum...
Senangnya bisa bikin blog. Lama dinanti, tapi baru bisa. Dulu memang kuper, karena sulit menyisakan waktu otak-atik dunia maya. Alhamdulillah akhirnya jadi juga.
Mengapa bikin blog? Saya ingin menyampaikan gagasan, curhat, pemikiran, atau info penting bagi pamiarsa. Juga sebagai ajang latihan untuk menulis. Atau, katanya (saya juga tidak tahu), jadi blogger bisa menghasilkan uang halal? Urusan terakhir ini biarlah sambil berjalan saja.
Kedua, saya ngiri sama teman-teman yang sudah mengisi blognya dengan ratusan tulisan. Bagus-bagus lagi. Ada juga yang penuh inspirasi sekaligus pencerahan bagi si pembaca. Nah, blog saya pun mudah-mudahan seperti itu.
Ketiga, menjalin jaringan. Banyak orang hebat bilang bahwa kesuksesan itu 80 persennya akibat jaringan yang luas. Jika sama sekali tidak punya jaringan, secerdas apapun dia tidak akan sukses. (mana ada orang cerdas tidak punya jaringan ya...). Artinya, mudah-mudahan blog ini juga sebagai sarana saya dan pamiarsa untuk berbagai informasi yang saling menguntungkan, alias mutualisme.
Apa yang akan saya tulis? Nah, ini yang masih tersimpan di bayangan. Mudah-mudahan segala hal bisa saya tulis. Di benak saya, tulisan nanti adalah terkait dengan aktivitas saya di penyuluh pertanian. Artinya kehidupan tentang pertanian rasanya bisa juga terekspos. Lalu, keluarga juga boleh. Kadang kala, kelucuan anak-anak harus juga diabadikan dengan sebuah cerita. Sehingga, jika sudah bertumpuk bisa sebagai wahana nostalga, he...he....
Bisa juga tulisan dengan topik keislaman. Ini sangat-sangat penting. Di masa yang serba rusak, Islam sebagai solusi. Tapi, kadang-kadang masyarakat tidak paham teknis penyelesaian solusi itu. Mudah-mudahan, dengan segala kekurangan (maupun kelebihan) yang ada, setidaknya bisa memberikan pencerahan...Amin...
Selamat menikmati blog saya!
:Menes (Pandeglang), 25 Juli 2009, pk 22.44
Senangnya bisa bikin blog. Lama dinanti, tapi baru bisa. Dulu memang kuper, karena sulit menyisakan waktu otak-atik dunia maya. Alhamdulillah akhirnya jadi juga.
Mengapa bikin blog? Saya ingin menyampaikan gagasan, curhat, pemikiran, atau info penting bagi pamiarsa. Juga sebagai ajang latihan untuk menulis. Atau, katanya (saya juga tidak tahu), jadi blogger bisa menghasilkan uang halal? Urusan terakhir ini biarlah sambil berjalan saja.
Kedua, saya ngiri sama teman-teman yang sudah mengisi blognya dengan ratusan tulisan. Bagus-bagus lagi. Ada juga yang penuh inspirasi sekaligus pencerahan bagi si pembaca. Nah, blog saya pun mudah-mudahan seperti itu.
Ketiga, menjalin jaringan. Banyak orang hebat bilang bahwa kesuksesan itu 80 persennya akibat jaringan yang luas. Jika sama sekali tidak punya jaringan, secerdas apapun dia tidak akan sukses. (mana ada orang cerdas tidak punya jaringan ya...). Artinya, mudah-mudahan blog ini juga sebagai sarana saya dan pamiarsa untuk berbagai informasi yang saling menguntungkan, alias mutualisme.
Apa yang akan saya tulis? Nah, ini yang masih tersimpan di bayangan. Mudah-mudahan segala hal bisa saya tulis. Di benak saya, tulisan nanti adalah terkait dengan aktivitas saya di penyuluh pertanian. Artinya kehidupan tentang pertanian rasanya bisa juga terekspos. Lalu, keluarga juga boleh. Kadang kala, kelucuan anak-anak harus juga diabadikan dengan sebuah cerita. Sehingga, jika sudah bertumpuk bisa sebagai wahana nostalga, he...he....
Bisa juga tulisan dengan topik keislaman. Ini sangat-sangat penting. Di masa yang serba rusak, Islam sebagai solusi. Tapi, kadang-kadang masyarakat tidak paham teknis penyelesaian solusi itu. Mudah-mudahan, dengan segala kekurangan (maupun kelebihan) yang ada, setidaknya bisa memberikan pencerahan...Amin...
Selamat menikmati blog saya!
:Menes (Pandeglang), 25 Juli 2009, pk 22.44
Langganan:
Postingan (Atom)